Minggu, 26 Juni 2016

TUGAS 5 Hardware Komputer

Diposting oleh nimas leonita di 03.30 0 komentar
Menurut Wijaya Ariyana (2009:28), Hardware atau perangkat keras komputer adalah komponen komputer yang dapat dirasakan secara fisik yaitu dapat dilihat dan diraba.Hardware mengatur berbagai proses yang terjadi saat komputer sedang menyala. Setiaphardware memiliki fungsi masing-masing dalam sebuah komputer. Jika ada bagian yang tidak terpasang pada sebuah komputer, maka komputer tidak akan dapat bekerja dengan baikHardware dapat dikatakan adalah bagian terpenting dari komputer.
Hardware juga mempunyai beberapa perangkat tambahan untuk melengkapi sebuah komputer. Perangkat ini menurut fungsinya dibagi menjadi 2 bagian, input dan output. Perangkat input berfungsi untuk memasukan data agar bisa diproses oleh komputer. Perangkat input terdiri dari mousekeyboard,webcamscannerjoystick, dan microphone. Perangkat output berfungsi sebagai perangkat yang menampilkan hasil dari pengolahan data input tersebut. Perangkat output diantaranya monitorspeaker, dan printer.
Data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer berbentuk signal input dan maintenance input. Signal input berbentuk data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer. Namun maintenance input berbentuk program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Data yang di input ke komputer akan tersimpan sementara di dalam memori (RAM). Jadi Input device selain digunakan untuk memasukkan data dapat pula digunakan untuk memasukkan program.

Daftar Pustaka
Ariyana, Wijaya. 2009. Pengenalan Komputer : Teknosain









TUGAS 4 Software Komputer

Diposting oleh nimas leonita di 03.03 0 komentar
Software komputer adalah bagian dari sistem komputer. Software komputer terdiri dari instruksi-instruksi komputer atau informasi tertanam. Software komputer ini tidak tampak secara kasat mata. Fungsi software komputer adalah untuk mengontrol perangkat keras (hardware) (Vicky, 2013). Hardware komputer dan software membutuhkan satu sama lain dan tidak dapat digunakan sendirian.
          Berdasarkan fungsinya, software dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu perangkat lunak sistem operasi, perangkat lunak utility, perangkat lunak bahasa pemrograman, dan program aplikasi. Perangkat lunak sistem operasi memilik fungsi untuk mengelola dan mengkoordinasikan semua komponen dan fungsi komputer. Lalu perangkat lunak utility berfungsi untuk membantu kinerja dari perangkat lunak sistem operasi. Selanjutnya perangkat lunak bahasa pemrograman, berfungsi untuk memberikan instruksi standar yang melibatkan sintak dan semantik yang digunakan untuk mendefinisikan program aplikasi komputer. Lalu yang terakhir yaitu perangkat lunak program aplikasi yang ditujukan untuk keperluan dan kegunaan khusus, misalnya untuk presentasi, akuntansi, pemutar musik dan lain-lain.
Seiring dengan perkembangannya, kompetisi software bermunculan. Baik dalam dunia bisnis ataupun dunia pendidikan. Contoh kompetisi persaingan bisnis adalah jasa penjualan CD. Sementara contoh pengembangan software untuk pendidikan adalah adanya acara kompetisi pembuatan software berkualitas bagi kalangan pelajar atau mahasiswa. Peserta harus siap untuk menghadapi kemajuan teknologi agar tidak tertinggal dan kalah dalam kehidupan modern ini.

Daftar Pustaka
Vicky. 2013. Pengertian Software (perangkat lunak) Komputer. http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-software-perangkat-lunak-komputer/. Diunduh tanggal 22 April 2016
Ivan. 2003. Perkembangan Software Komputer, Ilmu Komputer.com.
http://ikc.dinus.ac.id/pengantar/ivansudirman-softwarekomputer.php






TUGAS 3 Sejarah Perkembangan Komputer Indonesia

Diposting oleh nimas leonita di 02.48 0 komentar
             Sejarah komputer di Indonesia dimulai pada tahun 1967. Saat-saat yang masih dipenuhi dengan berbagai kemungkinan itu merupakan momen yang menjadi tonggak mulai masuknya komputer, yang menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat di tanah air. Perkembangan komputer di Indonesia pun cukup mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Sampai saat ini pemerintah maupun industri masih mengembagi komputer. Agar Indonesia bisa menyayingi teknologi komputer di dunia. 
           Sejarah perkembangan komputer di Indonesia terbagi dalam 4 era, antara lain : era pertama adalah era 1960-an yang menjadi awal komputer masuk ke Indonesia. Era kedua adalah era 1980-an yang menjadi masa perkenalan dan pemahaman dunia komputer. Era ketiga adalah era 1990-an yang merupakan masa pengembangan komputer. Era terakhir adalah era 2000-an yang menjadikan komputer seperti barang umum bagi masyarakat Indonesia.

TUGAS 2 Pengertian Komputer

Diposting oleh nimas leonita di 02.34 0 komentar
Komputer merupakan suatu alat untuk memproses dan menghitung data. Komputer digunakan
     S                P                  O                     pel                                                    S             P
untuk mengolah dan menyimpan data. Tetapi sekarang ini, komputer juga digunkan untuk bermain 
                            O                                          K                        S                   P                             
game, mendengarkan musik, dan lain-lain. Komputer ditemukan oleh Charles Babbage pada tahun
                         O                                                  S             P                             O                     K
1822

Komponen komputer dibagi menjadi 2 bagian, yaitu perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat 
                 S                   P                  O                                                 pel                                 
lunak adalah sekumpulan data program yang disimpan oleh komputer dan tidak bisa diraba secara
    S        P                        O                                                                 pel
 langsung. Sementara perangkat keras adalah komponen dari komputer yang sifatnya bisa dilihat dan 
                           K                   S               P                     O                                             pel
diraba secara langsung

Sabtu, 25 Juni 2016

Tugas 1 Ibu Pergi Ke Pasar

Diposting oleh nimas leonita di 22.46 0 komentar
Ibu pergi ke pasarIbu diantar ayah dengan mengendarai  motor.
S      P          K         S     P          O                       K
Ibu dan ayah menempuh perjalanan selama lima belas menit.
         S                           P                               K
Setelah tiba di pasar ayah menunggu di parkiran dan ibu berbelanja.
          P           K         S             P           K                      S         P
Ibu berbelanja berbagai jenis bahan makanan.
S             P                                 O
Selesai berbelanja ibu segera menemui ayah di parkiran.
K                   P        S               P                O           K
Ibu dan ayah segera pulang ke rumah.
           S                 P                   K

Minggu, 22 Maret 2015

TEORI ORGANISASI UMUM - ARTIKEL MASALAH PENDIDIKAN

Diposting oleh nimas leonita di 12.25 0 komentar
PENDIDIKAN DI INDONESIA, ANTARA
PEMBEBASAN DAN KAPITALIS MATERIALIS

Oleh :  I Gede Kirtana Yoga


Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang berada ditengah proses transisi dan perubahan sosial serta budaya yang pesat, sebagai bentuk masyarakat yang mulai memasuki budaya modern dan kontemporer, hal ini membawa dampak banyaknya warga masyarakat yang semakin menjauhkan diri dari pranata sosial dan budaya asli sehingga masyarakat semakin memandang nilai etika dan moral tidak begitu mengikat dan tidak menjadi dasar kehidupan. Masyarakat Indonesia telah menjadi masyarakat terbuka dan menerima budaya global serta secara terbuka menerima unsur dan nilai budaya asing. Dunia pendidikan di Indonesia juga terkena imbas dari serangkaian dampak perubahan sosial yang terjadi akibat globalisasi. Proses globalisasi telah membuat perubahan yang besar dalam lapangan ekonomi dan politik, karena itu mau tidak mau juga akan menimbulkan perubahan-perubahan besar dalam bidang pendidikan baik pada tingkat lokal, nasional maupun internasional. Saat sekarang terjadi reorientasi pendidikan baik pada tingkat kelembagaan, kurikulum maupun manajemen sesuai dengan perkembangan-perkembangan baru yang terjadi dalam proses globalisasi tersebut. 


Pendidikan Mahal

Pepatah barat kaum kapitalis menyebutkan  “tidak ada sarapan pagi yang gratis”. Tampaknya pepatah ini mulai digunakan oleh beberapa perguruan tinggi besar di Indonesia dalam menjalankan visi pendidikannya. Beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memasang tarif yang gila-gilaan, akibatnya sebagian besar orang tua dan anak anak lulusan SMA menjadi kelimpungan. Impian untuk dapat mengenyam pendidikan di PTN favorit seakan dihadang ranjau yang membahayakan masa depannya. Ada sebuah fenomena menarik dikalangan PTN besar dan favorit di Indonesia yang terkesan “money oriented”, hanya bersifat materialistis belaka, yang hanya dengan sebuah argumentasi bahwa subsidi dari pemerintah/negara untuk PTN minim sekali dan tidak dapat memenuhi kebutuhan PTN. PTN ini telah membuat kebijakan pembayaran uang kuliah yang sulit dijangkau masyarakat umum, tanpa mau berpikir panjang mencari sumber sumber dana alternatif selain “memeras” mahasiswanya.
 

Pihak PTN berpikir bahwa kampus yang mereka kelola sangat marketable sehingga merekapun mengikuti hukum ekonomi, “biaya tinggi mengikuti permintaan yang naik”. Memang cukup dilematis, disatu sisi masyarakat dan negara selalu ingin meningkatkan kemampuan atau kecerdasan penerus bangsanya tetapi secara paradoks, masyarakat telah dibelenggu oleh biaya pendidikan yang mahal dan membuat seolah olah hanya kaum yang berduitlah yang mampu menyekolahkan anaknya Meski secara resmi pembukaan pasar bebas bidang pendidikan di Indonesia berlaku mulai tahun 2006 namun invasi pendidikan asing yang berimplikasi pada meningkatnya biaya pendidikan sudah lama terasa. Liberalisasi pendidikan terutama pada perguruan tinggi yang dipromosikan oleh WTO (World Trade Organization) sebetulnya dibungkus dengan sesuatu yang positip yakni agar lembaga pendidikan asing bisa memacu peningkatan mutu pendidikan di Indonesia namun realitas dilapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan cita cita awalnya. Prof. Dr. Sofian Effendi, Rektor UGM mengemukakan bahwa angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia pada tahun 2004 hanya 14%, jauh dibawah Malaysia dan Filipina yang sudah mencapai 38-40%. Memang sebuah angka partisipasi pendidikan yang masih dibawah standar. Dan dengan berbekal ini, pendidikan tinggi di Indonesia semakin mahal yang semakin menjauhkan masyarakat menengah ke bawah dengan keinginan untuk menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi negeri favorit yang murah.


Pendidikan Tidak Terfokus

Pendidikan di Indonesia selama ini terkesan tidak terfokus, ganti menteri pendidikan maka ganti juga kurikulum dan sistem pendidikannya. Pendidikan di Indonesia kurang membentuk kepribadian akademis (academic personality) yang utuh. Kepribadian akademis sangat penting dimiliki oleh pelaku pendidikan (anak didik dan pendidik) yang akan maupun yang sudah menguasai ilmu pengetahuan. Kepribadian akademislah yang dapat membedakan pelaku pendidikan dengan masyarakat umum lainnya. Perkembangan pendidikan di Indonesia tak ubahnya seperti industri, pendidik hanya bertindak sebagai pencetak produk masal yang seragam tanpa memikirkan dunia luar yang berubah menjadi lebih rumit. Cara pendidik mengajar juga cenderung mengarah pada pembentukan generasi muda yang dingin dan mengagungkan individualisme. Diskusi yang bersifat dialog jarang terjadi dalam proses pendidikan kita, bersuara kadangkala diartikan keributan yang dikaitkan dengan tanda bahwa anak yang bersangkutan tidak disiplin atau bahkan dianggap bodoh. Kondisi pendidikan utamanya di perguruan tinggi dewasa ini terlihat kurang kondusif dan kurang konstruktif karena terjadi gejala sosial yang kurang baik muncul dalam lingkungan kampus. Konflik antar mahasiswa atau pimpinan lembaga pendidikan tinggi telah terjadi di beberapa kampus, sehingga citra lembaga pendidikan tinggi agak mengalami kemunduran. Tampaknya pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mampu mewujudkan watak dari ilmu pengetahuan yang bersifat terbuka.
 

Ilmu pengetahuan menolak adanya sifat tertutup. Apa yang dianggap benar harus dapat dibuktikan (diverifikasi) secara terbuka di depan publik. Jika kita mengatakan bahwa air yang dipanaskan sampai 100 derajat celcius akan mendidih, maka dipersilakan semua orang untuk membuktikan fenomena tersebut. Karena itu kalangan akademisi harus memiliki sifat keterbukaan tersebut, kita harus dapat mengembangkan pengetahuan baru seperti konsep dan teori baru secara terbuka dan bukan untuk disembunyikan seperti dalam budaya konservatif. Pada awalnya ilmu pengetahuan yang dihasilkan dari dunia pendidikan berposisi untuk melakukan perlawanan terhadap mitos-mitos, seperti perlawanan Socrates terhadap tradisi mitologi budaya Yunani kuno yang percaya akan adanya dewa-dewi dan menganggapnya sebagai segala galanya. Socrates sangat percaya bahwa akal manusia dapat menjadi sumber kebenaran. Maksud dari perlawanan ini bahwa ilmu pengetahuan mengembangkan watak rasionalitas dalam menjalankan proses pendidikan. Ditengah gejala kurang fokusnya orientasi pendidikan kita, pendidikan di negara kita juga dihinggapi oleh masalah masih minimnya tingkat kesejahteraan para pendidik (kaum guru) yang mengemban tugas meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa yang dilabelkan kepada sosok guru telah membentuk kesadaran masyarakat tersendiri bahwa tugas guru hanya mencerdaskan bangsa tanpa mengurus kesejahteraannya sebagai manusia. Guru merupakan faktor yang penting dalam pendidikan, sebaik apapun sistem dan kurikulumnya yang dibuat, jika tidak didukung oleh profesionalisme guru maka bisa dipastikan hasilnya tidak maksimal. Undang-Undang tentang Guru dan Dosen yang telah disahkan tidak secara cepat ditindaklanjuti oleh pemerintah.
 

Pemerintah dalam melakukan reorientasi pendidikan belum menyentuh substansi dasar pada pihak pendidik dan sarana prasarana belajar, selama ini pembaharuan baru ditunjukkan melalui perubahan perubahan kurikulum saja dan masih minim melakukan perbaikan sarana dan prasarana, kita bisa lihat di pedesaan banyaknya gedung gedung sekolah yang rusak dan kurang mendapat perhatian serius. Ada sesuatu yang krusial atas kompleknya permasalahan dalam dunia pendidikan di Indonesia dimana anggaran pendidikan kita masih jauh dari anggaran yang digariskan yaitu 20% dari  APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) seperti disyaratkan oleh Undang Undang Dasar kita. Sebagai gambaran saja, untuk tahun 2006 anggaran pendidikan kita baru Rp 41,3 triliun atau sekitar 9,1% dari APBN, bahkan peningkatan anggaran pendidikan yang diajukan oleh pemerintah untuk RAPBN 2007 sangat tidak signifikan sekali yakni hanya menjadi Rp. 51,3 triliun atau sekitar 10,3 % dari RAPBN. Memang sebuah angka yang masih jauh dari kata cukup.


Pendidikan Yang Membebaskan

Meminjam pendapat seorang tokoh terkenal di bidang pendidikan dari negara Brazil yakni Paulo Friere dalam bukunya berjudul Pedegogy of Hope yang mengatakan  bahwa “tujuan pendidikan hendaknya bukan berpihak kepada partai ini atau partai itu, juga bukan kepada agama ini atau agama itu yang sectarian atau ideologis, melainkan pendidikan harus ditujukan untuk pembebasan yakni agar orang mampu secara beradab menentukan pilihannya”. Friere terkenal dengan terobosannya membuat sistem pendidikan alternatif dengan mengedepankan proses dialogis dan proses penyadaran pada masing masing individu didalamnya (peserta didik). Friere menekankan kepada kita untuk mendasarkan pada kesadaran dalam melakukan segala sesuatu tanpa ada suatu tekanan maupun paksaan/penindasan dari luar diri.
 
Ketika kita mulai memberi kepercayaan akan akal manusia, maka kita mulai mengakui adanya suatu kesadaran (the conciousness) dalam diri manusia. Pikiran manusia dapat membuat kesadaran, kesadaran adalah pengetahuan yang dibentuk oleh pikiran atau akal manusia. Karena itu kita akan mengenang pikiran Rene Descartes yang mengatakan bahwa “aku berpikir, aku sadar, maka aku ada” dengan demikian, kesadaran yang ada dalam pikiran itu membuat kita memiliki pengetahuan. Dari kesadaran itu kemudian muncul pemahaman tentang nilai-nilai, dimana kita memiliki kebebasan untuk memberikan pengertian terhadap istilah yang dibuat dengan menggunakan kebebasan berpikir yang disertai dengan rasio.

Kondisi pendidikan di Indonesia harus mulai diarahkan kepada peningkatan kesadaran peserta didik dalam memandang objek yang ada, peran pendidik yang sangat dominan dan otoriter harus dikurangi, peranan pemerintahpun dalam “mengacak-acak” kurikulum harus dikaji secara cermat, kalaupun itu harus dilakukan maka terlebih dahulu harus dilakukan penyerapan aspirasi secara demokratis.
 
Segenap komponen bangsa harus turut melakukan pembenahan sistem pendidikan di Indonesia sehingga penciptaan kesadaran individu dalam rangka kebebasan berpikir dan bertindak dengan mengedepankan etika dan norma di masyarakat dapat diwujudkan, hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan formal di bangku sekolah dan juga pendidikan non formal sebagai metode pendampingan masyarakat luas dalam proses pendidikan bangsa yang harus terus dilakukan secara kontinyu, karena di masa sekarang maupun di masa mendatang, seorang intelektual tidak hanya cukup bergutat dengan ilmunya belaka namun realita sosial di masyarakat juga harus menjadi objek pemikiran dalam dirinya. Pemerintah dan lembaga politik lainnya harus memiliki komitmen untuk terus berupaya meningkatkan anggaran bagi dunia pendidikan di Indonesia sehingga angka 20% dapat segera terealisasikan. Dengan ketatnya persaingan dewasa ini, arah pendidikan di Indonesia harus mampu berperan menyiapkan peserta didik dalam konstelasi masyarakat global dan pada waktu yang sama, pendidikan juga memiliki kewajiban untuk melestarikan national character dari bangsa Indonesia.

* Ketua Departemen Kaderisasi KMHDI 2003-2006
Sumber :

http://kmhdi.org/?app=artikel&page=read&id=23

TEORI ORGANISASI UMUM - Inilah Aku

Diposting oleh nimas leonita di 12.22 0 komentar
Assalamualaikum wr.wb
Haaaiiii perkenalkan nama saya nimas leonita sari, nama panggilan saya macem-macem ada ninit,nimas dan lolo tapi paling sering dipanggil lolo siih hehe, saya anak kedua dari 3 bersaudara, disini saya akan mendeskripsikan tentang diri saya sendiri mau itu yang baik ataupun yang buruk
Menurut saya hal positif yang ada pada diri saya itu :
-          Saya baik kepada semua orang, ramah dan murah senyum kepada siapapun yang kenal atau yang tidak saya kenal
-          Saya orangnya peduli terhadap sesama, kalau saya udah deket dan merasa nyaman sama orang itu saya akan benar-benar peduli sama orang itu
-          Tidak suka pilih-pilih teman pokoknya friendly banget deehh
-          Saya itu orangnya sabar dan tidak tegaan pokoknya ga bisa nolak kalo orang minta tolong, suka membantu gitu deeh
-          Saya kadang suka membuat orang tertawa, humoris gitu deh pokoknya, suka heboh sendiri
-          Selalu pengen orang ada disekitar saya itu tesenyum ga sedih”an, kalo temen lagi kesel maunya ngehibur sampai dia ga kesel lagi
-          Sayang paling ga bisa nolak permintaan orang jadi kalo ada yang minta tolong ya sebisa saya bakal saya usahain
-          Pokoknya kalo udah kenal lebih dekat pasti baru deh keliatan semuanyaa

Nah sekarang negatifnya :
-          Yang paling pertama itu adalah ke baper’an saya dan sifat kekanak-kanakan saya dan sifat saya yang paling buruk itu adalah suka ngambek  dan susah untuk memaafkan orang yang udah bikin saya kecewa
-          Susah dibilangin, suka ga nurut kalo dikasih tau orang tua, suka ngeyel, maunya menang sendiri, gak mau kalah pokoknya ngeyelan gitu
-          Suka ga konsisten sama omongan sendiri, ga taat peraturan, keras kepala, saya pemalas orangnya hehe
-          Suka tiba-tiba kesel sendiri, bete’an pokoknya moody banget deh  kalo misalnya udah bête nih yaa pasti uring-uringan bawannya pengen marah-marah terus deh, kalo ga ada yg bisa dimarahin ujung”nya nangis hehe
-          Suka ga nerima masukan dari orang lain , suka usil sama temen , cengeng pula hahaha, pemalu gitu kalo misalkan ketemu orang baru, suka ngeluh karena ga bisa apa-apa pokoknya ngeluh terus deh kerjaannya
-          Maunya di ngertiin, maunya di turutin kalo engga di turutin ngambek, pokoknya sifat terjelek saya itu ngambek terus kadang sampai 2bulan ngambekinnya hehe
-          Kata temen-temen saya katanya saya itu lola,telmi, polos, makannya sering di manfaatin orang, padahal niat saya membantu tapi kalo orang itu Cuma memanfaatkan ya saya hanya bisa tersenyum saja,

·         Jadi cara mengatasi yang positif saya harus mempertahankannya, dan untuk yang negative saya harus bisa mengurangi sifat” buruk kalau bisa menghilangkannya  



Iyap sekian perkenalannya dan deskripsi tentang diri saya sendiri 
 

nimas leonita :D Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea